Hari Jantung Sedunia, Simak Cara Menceg「Online betting URL」ah Penyakit Jantung Sejak Dini

  • 时间:
  • 浏览:0

Mengutip laman resmi WHF, peringatan Hari Jantung Sedunia juga bertujuan untuk mendorong edukasi tentang pengendalian faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit CVD.

Penyakit kardiovaskular (Cardiovascular disease/CVD) bertanggung jawab atas hampir setengah dari semua kematian yang disebabkan penyakit tidak menular.

Mengutip World Heart Federation (WHF), Selasa (29/9/2020) tahun ini Hari Jantung Sedunia diperingati dengan tagline "Use Heart to Beat CVD", atau menggunakan hati untuk melawan penyakit kardiovaskuler.

Baca juga: 7 Cara Pencegah Penyakit Jantung

Baca juga: 7 Cara Kurangi Risiko Penyakit Jantung, Sudah Tahu?

WHF mengajak masyarakat untuk memahami apa yang diperlukan untuk menjaga kesehatan jantung, bertindak sesuai pengetahuan itu, dan mengubah perilaku untuk kualitas hidup yang lebih baik.

Dari jumlah tersebut, 45 persen atau nyaris setengahnya disebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Selain itu, WHF juga mengajak semua pihak untuk bisa menjadi berkontribusi dalam kesehatan jantung, dengan cara:

Baca juga: 10 Gejala Awal Penyakit Jantung pada Wanita yang Tak Boleh Diabaikan

Oleh karena itu, WHF menjelaskan, tema Hari Jantung Sedunia tahun ini masih tetap bertujuan untuk tetap mempromosikan kesadaran soal bahaya penyakit CVD, sekaligus meningkatkan empati pada mereka yang terkena CVD.

Hari Jantung di masa pandemi

Karena itu sangat penting untuk menjaga jantung dengan rutin menjalani gaya hidup sehat.

Faktor risiko penyebab CVD, antara lain:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung dan stroke) adalah penyebab kematian nomor satu di dunia. Penyakit ini telah mengakibatkan 17,3 juta orang meninggal dunia setiap tahunnya.

Di Indonesia, penyakit ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi karena merupakan pembunuh nomor satu.

KOMPAS.com - Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2015 menunjukkan, 70 persen dari 39,5 juta kematian di dunia disebabkan penyakit tidak menular.

Peringatan ini juga menyoroti tindakan yang dapat dilakukan individu untuk mencegah dan mengendalikan CVD.

Sejarah Hari Jantung Sedunia

Pada Mei 2012, para pemimpin dunia berkomitmen untuk mengurangi kematian global akibat penyakit tidak menular (NCD) sebesar 25 persen pada tahun 2025.

Pada hari ini, 29 September 2020, seluruh dunia memperingati World Heart Day (WHD) atau Hari Jantung Sedunia.

Mengutip data dari Institute for Health Metric and Evaluation (IHME) per 2017, penyakit kardiovaskular (jantung dan stroke) menempati posisi tertinggi penyebab kematian di Indonesia.

Di antara berbagai faktor lain seperti makanan dan gaya hidup, stres adalah salah satu alasan terbesar yang memengaruhi kesehatan jantung seseorang.

Di masa pandemi Covid-19, pasien CVD dihadapkan pada ancaman ganda. Mereka tidak hanya lebih berisiko sakit parah bila terpapar virus corona, tetapi mereka juga mungkin mengalami kesulitan untuk mengakses perawatan jantung.