Stud「The foreign baccarat master's play style」i Ungkap Burung Bisa Rasakan Makanan Manis

  • 时间:
  • 浏览:0

PeThe foThe foreign baccarat master's play stylereign baccarat master's play stylenelThe foreThe foreign baccarat master's play styleign baccarat master's play styleiti kemudian menggali lebih dalam dan menemukan, bahwa reseptor umami dari burung pemakan madu nektar dan burung lain dengan pola makan yang bervariasi, sama-sama merespons rasa manis.

Lebih lanjut, sumber makanan manis ini mungkin justru telah membantu burung pengicau menyebar ke benua lain dan berhasil menempati berbagai relung ekologi.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Maude Baldwin dari Max Planck Institute for Ornithology  berhasil mengungkap, bahwa burung pengicau yang terdiri dari 4000 spesies, ternyata dapat merasakan rasa manis terlepas dari makanan utama mereka.

Baca juga: Menghilang Selama 70 Tahun, Burung Hijau Ini Muncul Lagi di Singapura

KOMPAS.com - Manusia dapat dengan mudah mengidentifikasi makanan yang rasanya manis. Namun bagaimana dengan hewan seperti burung, apakah mereka juga bisa merasakan rasa manis?

Lalu sejak kapan burung memiliki kemampuan merasakan manis? Rupanya nenek moyang awal burung pengicau mengembangkan kemampuan untuk merasakan manis sedari dulu, bahkan sebelum mereka ke luar Australia dan menyebar ke seluruh planet ini.

Nah, untuk mengetahui bagaimana burung dapat merasakan makanan manis, peneliti mempelajari pola makan burung secara sistematis, yang diketahui secara teratur mengonsumsi nektar dalam jumlah besar serta burung yang tak memakan nektar.

"Kami sangat terkejut dengan hasil ini. Persepsi manis muncul sangat awal dan bahkan bertahan pada spesies yang tak bergantung pada makanan manis," papar Baldwin.

Mengutip Phys, Senin (12/7/2021) rasa seperti pahit, asam, asin, umami, dan manis tak hanya berperan penting pada pola makan manusia, tetapi juga hewan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Baca juga: Misteri Migrasi Burung hingga Ribuan Kilometer Hampir Terpecahkan

Kemampuan tersebut, kemudian dipertahankan dalam garis keturunan burung pengicau dan memengaruhi pola makan hampir setengah dari semua burung yang hidup saat ini.

Studi ini menyoroti peristiwa spesifik pada nenek moyang burung pengicau yang memungkinkan reseptor rasa umami (gurih) mengenali rasa manis.

Studi di masa depan pun bertujuan untuk mempelajari, bagaimana persepsi manis telah berevolusi bersama dengan sifat fisiologis lainnya, seperti perubahan dalam pencernaan dan metabolisme di seluruh evolusi burung.

Rasa tersebut akan membantu membedakan mana makanan bergizi dan mana yang beracun.