Football Handicap Rules_Indonesia's most popular online gambling game_Online Baccarat Casino_Casino platform registration_Baccarat Banker

  • 时间:
  • 浏览:0

Aku lelah meIndonesiangalah dan menjadi Indonesiapihak yang selalu kalah. Aku paham posisi laki-laki adalah menjadi seorang pemimpin, tapi haruskah senyaring itu kau mendengungkannya? Bukan tak menghormati jalan berpikirmu tapi lebih dari itu aku menilai kamu paling egois.

Sebelum kita terlalu jauh melangkah. Aku tak ingin perbedaan ini jadi penghambat pun tekanan bagiku. Aku tak ingin mempertaruhkan hal-hal yang besar untuk perkara ketakutan-ketakutan yang kecil.

Melalui kehadiranmu aku semakin yakin jika diriku belum sepenuhnya layak untuk diperjuangkan. Lewat hadirmu yang tiba-tiba itu kamu merubah sunyiku menjadi riuh. Sepiku menjadi beriak. Hey…kamu yang datang membawa warna yang berbeda. Memukau dengan pikiranmu yang luas. Seolah dirimu paham, wanita sepertiku bukan menjadikan Indonesiafisik sebagai penilaian utama.

Aku pamit dari diskusi panjang kita tentang pernikahan.

Cukup sampai di sini. Aku tidak dapat menyalahkan opinimu.

Sebelum jadi ‘bumerang’ yang  menyakitkan. Aku putuskan untuk mundur dari proses yang tengah kita jalani. Semoga kamu bertemu dengan seseorang yang bisa mengikuti setiap ‘mau’mu yang sejalan dengan pemahamanmu.

Aku wanita penghujung zaman. Yang masih belajar untuk menjadi wanita alim. Masih ada sedikit kebiasaan dimasa lalu yang melekat padaku. Aku ingin menjadi diriku sendiri. Tak usah menuntutku untuk menjadi wanita shalih, namun bimbing aku dengan penuh kelembutan untuk menjadi alim. Bukan terus memaksaku menerima setiap kehendakmu.

Bukan karena lelah bertarung. Namun banyak hal yang tidak bisa dipaksakan. Aku menyerah bukan lelah bertahan. Sebab aku sadar hatiku perlu diselamatkan sebelum terluka dan berdarah. Aku pamit bukan untuk kembali mengulang. Namun meninggalkan yang tak mungkin untuk kuraih. Kamu dengan segala pemikiranmu rasanya tidak sepaham dengan prinsipku.

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Semuamanusia berhak memiliki pendapatanya sendiri. Kamu dengan pendirianmu dan aku dengan keyakinanku.bDan apa yang kita pegang ternyata tak sejalan.

Aku tidak ingin memaksa sesuatu yang jelas terlihat rumit.

Hariku yang hening berubah lebih hiruk. Aku mencoba mengikuti alurnya. Beradaptasi dengan ‘kebisingan’ yang ada. Namun euforia ini tak selamanya berjalan dengan baik. Aku menemukan celah untuk kembali pada kesendirian.

Aku bukan wanita berilmu seperti yang ada dalam ekspektasimu. Bukan pula wanita soleha yang akan mengamini setiap keputusanmu. Aku juga ingin didengar. Pendapatku juga ingin dihargai. Bukan sikap acuh tak acuh seolah hanya suaramu yang layak untuk didiskusikan.

Aku juga punya prinsip. Punya pegangan dalam memilih. Dan kamu sudah melewati batas dari kewajaranku.