Taliban Desak Maskapai Internasional Lanjutkan Operasi「Indonesian gambling」 di Afghanistan

  • 时间:
  • 浏览:0

FIndonIndonesian gamblingesiIndonesiIndonesian gamblingAn gaIndonesian gamblingmblingan gamblingasilitas di bandara Kabul rusak parah dalam kekacauan evakuasi lebih dari 120.000 orang, yang berakhir pada 30 Agustus bersamaan dengan penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan.

"Banyak warga Afghanistan terjebak di luar dan tidak dapat kembali ke tanah air mereka," katanya dalam sebuah pernyataan melansir AFP.

Baca juga: Italia Tak Mau Akui Pemerintah Afghanistan Bentukan Taliban

Bahkan dengan harga itu, yang terkait asuransi perang, maskapai penerbangan tersebut mengaku penerbangan tidak teratur itu mengalami kelebihan permintaan.

Saat ini maskapai penerbangan seperti PIA dan Kam Air mengenakan biaya lebih dari 1.200 dollar AS (Rp 17 juta), untuk penerbangan satu arah selama 40 menit dari Kabul ke Islamabad.

"Selain itu, banyak warga Afghanistan yang memiliki pekerjaan internasional atau melanjutkan pendidikan di luar negeri sekarang menghadapi kesulitan untuk mencapai tujuan mereka."

Abdul Qahar Balkhi, juru bicara kementerian luar negeri yang baru diangkat, mengatakan Taliban berharap layanan komersial yang layak akan segera dilanjutkan.

KABUL, KOMPAS.com - Taliban mendesak maskapai internasional melanjutkan penerbangan ke Kabul, dan mengeklaim semua masalah teknis di bandara utama negara itu telah diselesaikan.

Baca juga: Taliban Larang Anggotanya Selfie, Jalan-jalan, dan Berpakaian Keren karena Bisa Merusak Ïmage

Layanan di bandara Kabul sebagian besar dipulihkan dengan bantuan teknis dari Qatar, Uni Emirat Arab, dan Turki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Komunitas internasional ingin memegang teguh kata-kata Taliban, bahwa mereka akan mengizinkan siapa pun meninggalkan negara itu begitu penerbangan komersial dilanjutkan.

Baca juga: Taliban Larang Jenggot Pria Afghanistan Dicukur karena Melanggar Syariat

Sejak itu hanya penerbangan charter yang beroperasi, meskipun Pakistan International Airlines (PIA), Mahan Air Iran dan Kam Air Afghanistan telah menjalankan sejumlah penerbangan khusus.